Bantuan Dampak Covid -19 Desa Durian Seginim Kebagian Semua.

0
77

Bengkulu Selatan – pialing.com

Bantuan dampak covid-19 sudah menjadi buah bibir di masyarakat bahwa kalau ada warga desa yang tidak mendapatkan bantuan dampak sosial covid-19 maka warga dapat melapor pada pak Presiden RI Ir. H.Joko Widodo. kecuali ,PNS, ,Pensiunan, Kepala desa, perangkat desa, BPD, TNI dan Polri. atau orang yang telah mendapatkan bantuan lainnya.

Secara teori arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo  bahwa seluruh warga desa harus mendapatkan bantuan akibat dampak sosial covid-19. hal tersebut sangat masuk akal dan dapat dilaksanakan.

Terbukti dengan Dana Desa (DD) yang di alokasikan sebesar 25 – 30%, secara nyata seluruh warga desa durian  seginim bisa mendapatkan bantuan, selain yang di kecualikan,

Pada hari ini kamis tanggal 04 juni 2020 Desa Durian Seginim Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan musyawarah desa khusus (Musdes Sus)  di aula kantor desa durian seginim, memvalidasi dan verifikasi calon penerima bantuan sekaligus mencari kata mufakat mengenai pembagian BLT DD.

Musyawarah desa khusus (musdes sus)  ini dihadiri oleh  Mustadin Pjs Kades desa durian seginim, camat seginim, kapolsek seginim, pendamping desa, tokoh masyarakat serta warga desa.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPD dan Tim Relawan Gugus Tugas Covid -19 tingkat desa yang di pimpin oleh ketua BPD Jun Histian, S.Pd sekaligus sebagai pemandu acara.

 

Pantauan media pialing.com,

Berdasarkan laporan pendataan tim relawan yang di sampaikan oleh ketua BPD Jun Histian,S.Pd.. bahwa, sebagai  penerima bantuan dari pemerintah pusat,diataranya, penerima PKH 75 KK, bahwa warga desa durian seginim tercatat sebagai penerima BPNT 40 KK, penerima BST  38 KK. total 158 KK.

Sedangkan warga desa yang belum tersentuh oleh bantuan apapun dan yang harus dipikirkan oleh dana desa (DD) berjumlah 170 KK.

Dari jumlah ini, terjaring sebanyak 21 KK yang layak mendapatkan BLT DD berupa uang tunai selama 3 bulan kedepan karena mengalami penyakit menahun dan dinilai sangat layak.

Sedangakan sisanya 149 KK bahkan lebih,, mendapatkan bantuan beras masing-masing sekitar 100kg/KK  atau dua pikul beras setiap KK. mengingat sisa anggaran yang tersisa sangat terbatas serta mengacu pada regulasi yang ada.

Ketua BPD Jun Histian menyampaikan, “Musdes sus ini di akhiri dengan penanda tanganan berita acara dari masing-masing pihak , sebagai tanda mufakat dan hasil keputusan bersama” jelasnya.

Sedangkan warga desa dapat menerima keputasan musyawarah tersebut  karena dengan adanya bantuan beras pastinya  sudah meringankan beban hidup masyarakat dalam menghadapi  situasi sulit seperti sekarang ini.

“Ya alhamdulillah, lumayan saja walau dapat beras, bisa meringankan beban kehidupan sedikitt karena sekarang ini sangat sulit akibat corona ini” jelas emak-emak  yang dengan getol mengikuti tahapan rapat ini.

Sementara  Mulyansyah tokoh masyarakat desa. menilai,  “Keputusan bersama ini  dapat mengobati rasa kecewa masyarakat yang  tidak mendapatkan Bantuan langsung tunai dari pemerintah,  namun tetap dapat merasakan bantuan dalam bentuk beras yang dapat meringankan beban kehidupan dalam menghadapi  kesulitan kehidupan seperti sekarang ini. sebagaimana yang kita dengar kabar bahwa kata pak presiden kalau ada warga yang tidak dapat bantuan maka bisa melapor  ” ungkapnya usai penanda tanganan hasil musyawarah.

(Ich-01/ADV)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here